• VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show


Profile Fordnas NW

PROFIL
FORUM DIALOG NASIONAL NAHDLATUL WATHAN
(FORDNAS-NW)

(Munawir H Abdul Haris K, MA/Nasruji Saiful Haq, MM)


SEJARAH PEMBENTUKAN

Visi gerakan kebangkitan Nahdlatul Wathan di pentas nasional dan internasional tanggal 18 september 2011 di Jakarta dalam acara Dialog Tokoh tentang Nahdlatul Wathan  dan Cita-cita Kebangkitan, ternyata mendapat apresiasi luar biasa, terutama dari para tokoh masyarakat dan ormas-ormas islam di Indonesia yang hadir saat itu. Suasana yang begitu hidup dan bersemangat itu telah menggiring para peserta yang hadir untuk mengabadikannya menjadi sebuah lembaga. Lembaga yang dimasudkan, nantinya diharapkan  akan mampu hidup dan bergerak seumur dunia dalam kebangkitan dan perubahan untuk menyebarkan panji-panji Nahdlatul Wathan ke seluruh penjuru dunia juga.

Sebenarnya ruh dari tekad yang brilian ini tidak datang dengan sendirinya, tetapi merupakan pendalaman dari semangat dialog yang terlebih dahulu telah melalui rangkaian tiga proses  yaitu sbb:

  1. Proses interpretatif: proses mencari makna gerakan kebangkitan Nahdlatul Wathan melalui penafsiran yang baik dan benar.
  2. Proses internalisasi: Penafsiran itu kemudian diresapi dan dipahami menjadi pemikiran bersama.
  3. Proses Eksternalisasi: pemahaman bersama itu kemudian diwujudkan dalam bentuk sikap dan perbuatan.


Kehadiran 45 peserta dalam dialog tokoh tersebut telah juga menganalisa sikap masyarakat, baik dari kalangan Nahdlatul Wathan
khususnya, maupun Ormas-ormas Islam pada umumnya terhadap upaya kegiatan ini, secara umum sikap itu akan terpolarisasi menjadi tiga kelompok :

  1. Kelompok Devensif, kelompok yang memandang ide dan kegiatan kebangkitan Nahdlatul Wathan sebagai kegiatan yang tidak penting dan tidak diperlukan dimana sikap ini ditandai dengan ketidakacuhan dan ketidakpedulian.
  2. Kelompok Konfrontatif, kelompok yang memandang kegiatan itu sebagai kegiatan yang negatif dimana sikap ini ditandai dengan menunjukkan perlawanan dan permusuhan.       
  3. Kelompok Adaptif, Kelompok yang memandang kegiatan itu sebagai sesuatu yang mesti dan harus, tidak dapat di bendung dan di hentikan, kelompok ini kemudian berusaha mengambil keuntungan dan manfaat dari ide dan kegiatan tersebut, sikap ini ditandai dengan kesediaan bermitra dan bekerja sama dan seterusnya.


Perumusan pemikiran dalam mencari solusi terbaik untuk merealisasikan kebangkitan menjadi sesuatu yang  berkesinambungan dan terukur menemukan titk baliknya dalam dialog tokoh dimaksud, sehingga dengan suara kompak dan dengan kebulatan tekad dari seluruh peserta yang hadir kemudian  pendeklarasikan dan membentuk suatu lembaga yang di beri nama Forum Dialog Nasional Nahdlatul Wathan yang di singkat dengan FORDNAS-NW, selanjutnya menunjuk panitia penyelenggara dialog tokoh untuk kembali mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan yang lebih besar yaitu Konferensi Tingkat Tinggi Forum Dialog Nasional Nahdlatul Wathan. 

Demikianlah,  setelah melalui beberapa proses musyawarah dan persiapan segala sesuatu yang di perlukan, maka pada tanggal 30 oktober 2011 yang sengaja mengambil tempat di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, maka berlangsunglah Konferensi Tingkat Tinggi Forum Dialog Nasional Nahdlatul Wathan yang pertama. Dalam perhelatan besar itu telah menghasilkan beberapa hal-hal  yang sangat mendasar diantaranya pengesahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, penetapan pengurus, program kerja untuk lima tahun dan rekomendasi-rekomendasi.

 

VISI
Terwujudnya umat dan generasi Nahdlatul Wathan yang intelektual religius dalam bingkai kreativitas dan persatuan serta dilandasi oleh
iman dan taqwa.

MISI

  • Sebagai lembaga inspirasitif bagi generasi NW dan umat dalam mewujudkan “Wansyur Liwa-a Nahdlatil Wathani Fil ‘Alamin”
  • Menciptakan jaringan intelektual Nahdlatul Wathan yang terorganisir dan solid.
  • Mewujudkan dialog interaktif tentang isu-isu aktual.
  • Menjalin kerjasama antar organisasi yang positif dan bersinergi
  • Membawa Forum sebagai lembaga yang berwawasan masa depan serta terbuka kepada perubahan dan kemajuanMembawa Forum sebagai lembaga yang peka dalam menyikapi persoalan umat serta dapat memberikan solusi yang baik.


TUJUAN

  • Forum Dialog Nasional Nahdlatul Wathan (FORDNAS-NW) berorientasi untuk mengembangkan Ukhuwah Nahdliyah, Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, Ukhuwah Insaniyah serta Li’ilai Kalimatillah Waizzil Islam Wal Muslimin
  • Forum Dialog Nasional Nahdlatul Wathan (FORDNAS-NW) berorietasi kepada pengembangan kreativitas, potensi diri dan lembaga serta secara tetap memupuk semangat solidaritas sosial dan kepedulian social terhadap anggota dan umat.
  • Forum Dialog Nasional Nahdlatul Wathan (FORDNAS-NW) berorientasi kepada pandangan masa depan sesuai dengan situasi dan kondisi zaman yang diantaranya adalah dengan mengadakan kegiatan-kegiatan berskala nasional dan internasional serta dengan membuka duta-duta di berbagai   negara yang dianggap penting.


Keberadaan FORDNAS-NW sebagai langkah baru menuju kebangkitan Nahdlatul Wathan di pentas nasional dan Internasional
merupakan wujud dari cita-cita mendiang Almagfurlahu Maulanasyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid, yaitu; Wansyur liwa-a Nahdlatil Wathani fil Alamin.

Oleh sebab itu, setelah terbentuk pengurus pusatnya di Jakarta-Indonesia, maka dengan segera menyusul pula pembentukan pengurus di tiap-tiap provinsi serta daerah-daerah di seluruh kepulauan Indonesia dan akan menyusul pula pembentukannya dibeberapa Negara seperti Mesir, Yaman, Sudan, Yordania, Saudi Arabia,  Berunai Darussalam,  Malaysia, Singapura, Australia, Belanda, Selandia Baru dll. 

Dengan demikian, maka sudah semestinya sikap Masyarakat NW dan Ormas-ormas islam lainnya terhadap keberadaan FORDNAS-NW yang bertitik tolak dari Organisasi NW patut di apresiasi positif. Nahdlatul Wathan sebagai organisasi yang bergerak di bidang pendidikan sosial dan dakwah islamiyah yang berdiri pada tanggal 1 maret tahun 1953, merupakan gerakan pembangunan tanah air indonesia yang bercita-cita mewujudkan Masyarakat yang adil dan makmur serta di Ridhai Allah S.W.T  melalui kegiatan pendidikan sosial dan dakwah Islamiyah bahwa segala upaya untuk mencapai tujuan dan cita-cita Nahdlatul Wathan harus di laksanakan dengan yaqin, ikhlas, Istiqomah, sabar dan penuh gairah dengan senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunah Wal jama’ah, wasiat renungan masa pendiri NWDI, NBDI dan NW Almagfurulahu Maulansyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang merupakan salah satu tokoh terkemuka dunia islam dimana beliau telah melahirkan banyak karya-karya nyata baik melalui pemikiran yang berserakan dalam buku-buku maupun gerakan dakwah serta pesantren-pesantren yang jumlahnya sudah mencapai ribuan di seluruh Indonesia maupun anggota dan simpatisan yang sudah berjumlah lebih dari sepuluh juta orang.