
Sinar Lima Balai Kartini Jakarta ( DH. Ismail)

“Saya bangga bisa berada di tempat orang-orang dan perusahaan yang dermawan dan peduli malam ini. Semoga apa yang telah dilakukan sampai hari ini dapat mengangkat derajat dan keistimewaan, dalam komitmen membangun bersama untuk NKRI” ungkap Azwar Abubakar Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara menyampaikan ucapan terima kasih kepada para CEO dan perusahaan yang mendapat penghargaan Indonesian CSR Award 201. Ia juga bersyukur karena masih ada orang-orang dan perusahaan dengan ikhlas menyumbangkan sebagian hartanya untuk dibagikan kepada orang lain.
Resensi buku
Bunga Rampai Pemikiran Praktisi CSR Indonesia
Penulis: Iskandar Sembiring, Thendri Supriatno, dkk
Editor: DH. Ismail, M.Si
Penerbit CFCD dan Visi Aulia Jaya, Desember 2011
Tanggung jawab sosial dunia usaha atau CSR telah menjadi kebutuhan korporat, seiring dengan dipublikasikannya ISO 26000 SR sejak November 2010 lalu. Beberapa perusahaan di Indonesia telah melaksanakan CSR bahkan jauh sebelum penetapan standar ISO 26000 SR tersebut. PT Telkom, Bakrie Sumatera Plantations dan PT Sari Husada (pemenang Indonesian CSR Award 2011) misalnya mengakui sudah sejak lama menerapkan CSR dan bahkan telah menerapkan standar tersebut segera setelah publikasi tersebut. Tak aneh bila CFCD bekerjasama dengan Kemensos RI baru-baru ini- dalam ajang Indonesian CSR Award menganugrahi 3 perusahaan tersebut sebagai penerima CSR award dalam berbagai jenis program CSR. Sebaliknya tak sedikit dari peserta ICA 2011 yang meski mengaku sudah melaksanakan CSR sesuai standar ISO tersebut, dan mengikuti ajang CSR Award tersebut, terbukti pelaksanaan CSR nya jauh dari harapan dewan juri.
RUMAH MAKAN TALIWANG BERSAUDARA
LEZAT DAN NIKMAT
Resto ini menyediakan masakan Khas Sasak Lombok NTB, menu yang ditawarkan juga beragam, namun yang menjadi menu Favorit para pengunjung adalah Ayam Bakar, dan Soto Lombok. Rasa pedas memang seolah-olah menjadi ikon Rumah Makan Taliwang Bersaudara, kalau Anda singgah kemari, cobalah Ayam plecing Taliwang yang menjadi signature dish. Satu ekor ayam berukuran mini dimasak berkali-kali untuk kemudian dibakar dengan bumbu plecing, yang terbuat dari cabai dan terasi khas Lombok.
Buka dari jam 09.00-22.00, resto ini biasa ramai di kunjungi saat jam makan siang, dan jam makan malam, cocok untuk keluarga yang menghabiskan waktu makan bersama, karena tempatnya yang sangat nyaman
Rumah Makan Ayam Bakar