
Resensi buku
Bunga Rampai Pemikiran Praktisi CSR Indonesia
Penulis: Iskandar Sembiring, Thendri Supriatno, dkk
Editor: DH. Ismail, M.Si
Penerbit CFCD dan Visi Aulia Jaya, Desember 2011
Tanggung jawab sosial dunia usaha atau CSR telah menjadi kebutuhan korporat, seiring dengan dipublikasikannya ISO 26000 SR sejak November 2010 lalu. Beberapa perusahaan di Indonesia telah melaksanakan CSR bahkan jauh sebelum penetapan standar ISO 26000 SR tersebut. PT Telkom, Bakrie Sumatera Plantations dan PT Sari Husada (pemenang Indonesian CSR Award 2011) misalnya mengakui sudah sejak lama menerapkan CSR dan bahkan telah menerapkan standar tersebut segera setelah publikasi tersebut. Tak aneh bila CFCD bekerjasama dengan Kemensos RI baru-baru ini- dalam ajang Indonesian CSR Award menganugrahi 3 perusahaan tersebut sebagai penerima CSR award dalam berbagai jenis program CSR. Sebaliknya tak sedikit dari peserta ICA 2011 yang meski mengaku sudah melaksanakan CSR sesuai standar ISO tersebut, dan mengikuti ajang CSR Award tersebut, terbukti pelaksanaan CSR nya jauh dari harapan dewan juri.
Fakta tersebut menunjukkan, bahwa CSR dengan demikian adalah budaya atau kebiasaan. Perusahaan yang menerapkan CSR apalagi dengan merujuk 7 Core subjek ISO 26000 SR, tidak mungkin bisa melaksanakannya dalam waktu singkat. Di sana ada proses transformasi nilai yang harus mewarnai derap kebijakan bahkan kebiasaan stakeholder dunia usaha tersebut. Menurut Tumpal Simanjuntak ( halaman 59) CSR yang baik itu harus dibangun berdasarkan konsensus multi pihak dan harus holistik menerapkan 7 core subjek ISO 26000SR tersebut. Pandangan senada disampaikan oleh Bambang P dari Bakrie Grup yang menegaskan rujukan CSR haruslah ISO. Siapapun yang menyebut CSR tanpa merujuk prinsip ISO tersebut tidak dapat disebutkan sebagai telah memahami dan apalagi melaksanakan CSR dengan benar tulisalumni ITB ini ( h.77). Ungkapan senada disampaikan dengan gaya humor oleh Emman Sugianto dari Bina Swadaya. Dalam tulisannya berjudul “ Sunnatan Kok Massal”?tokoh ini mengkritik pelaksanaan CSR yang seringkali mengabaikan kultur budaya masyarakat ( h. 125).
Demikianlah beberapa potret pemahaman dan pelaksanaan CSR di Indonesia setelah satu tahun ISO 26000 SR dipublikasikan. Setidaknya terdapat 11 praktisi CSR yang menulis dalam buku ini, yaitu: Ir. Thendri Supriatno, yang menulis tentang pengalaman 10 tahun CFCD dalam mempromosikan atau tepatnya membangun CSR di Indonesia. Kemudian Iskandar Sembiring yang juga dikenal sebagai inisiator dan Sekjend CFCD sampai pada kesimpulan penting bahwa Perubahan Sosial tidak akan berhasil tanpa pendampingan. Pandangan senada ditulis oleh Akmal Azis dari Bakrie Sumatra Plantations serta Jauhari dari ITM sebuah perusahaan tambang patungan Indonesia dan Thailand yang secara khusus membahas CDO atau CSR officer yang tangguh. Selain tokoh di atas, Tri Harjono: Peran MNC dlm mempromosikan CSR di Indonesia; kemudian suharman Noerman mengajak kita untuk membumikan ISO 26000 SR dengan cara kreatif dan inovatif sehingga bisa menjadi budaya baru khas Indonesia. Kemudian Harmon Yero mengajak kita menilik best praktise CSR telkom, Dahrul hidayat (CSR Energi mega persada ) dan ema
Tak ayal lagi, buku bunga rampai pemikiran praktisi ini akan menjadi dokumen dan bahan pembelajaran yang sangat berharga bagi para pengambil kebijakan di pemerintahan, politisi di DPR dan pegiat CSR mulai dari CDO sampai direktur CSR di perusahaan, para mahasiswa dan dosen serta masyarakat umum. “ Seorang tokoh berkata, bila dalam dua jam setiap hari saja anda mendalami sebuah bidang keilmuan secara tekun dan konsisten selama dua tahun, maka anda sudah layak diwisuda sebagai Doktor pada akhir tahun kedua dalam bidang keilmuan tersebut. Bayangkan para tokoh yang menjadi narasumber dalam buku ini tidak saja mendalami CSR 2 jam sehari dalam waktu 2 tahun, tetapi lebih dari puluhan tahun, hingga nyaris waktu dan pekerjaan serta passion mereka tidak bisa dipisahkan dengan CSR tersebut. Tidak berlebihan, bila dikatakan, bahwa kemajuan CSR di Indonesia, tidak dapat dipisahkan dari kiprah dan kontribusi mereka baik sebagai pribadi, maupun sebagai anggota dari kelompok profesional dari sebuah lembaga atau perusahaan pegiat CSR” tulis Suwandi ketua Umum terpilih CFCD .
Buku bungai rampai pemikiran praktisi CSR Indonesia, ditulis oleh para praktisi CSR Indonesia yang tergabung dalam CFCD. Para penulisnya adalah para pengurus CFCD sebuah organisasi Independent yang sejak 10 tahun lalu telah aktif membangun dan mempromosikan CSR di Indonesia. Sebagian dari penulisnya merupakan Direktur, advisory, hingga manajer CSR dibeberapa perusahaan papan atas juara CSR serta unsur LSM dan perguruan tinggi.
Pengalaman mereka baik sebagai perancang kebijakan, konsultan maupun praktisi serta juri Indonesian CSR Award sejak 2005, ICA 2008 dan ICA 2011 (berdasarkan Standar ISO 26000SR) tersebutlah yang dituangkan dalam buku setebal 156 halaman ini. ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. "> This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )