
Azyumardi Azra menulis dalam buku jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII bahwa sebelum munculnya madrasah, pendidikan Muslim sejak masa Nabi Muhammad SAW berlangsung terutama di seputar masjid dan rumah guru. Pendidikan dilaksanakan dalam halaqah, majlis al-tadris, dan kuttab. Istilah madrasah menurut al-Suyuthi baru digunakan agak luas sejak abad ke-9. Institusi yang memperlihatkan ciri-ciri madrasah sebagaimana dikenal sekarang, didirikan di Nisyapur, Iran sekitar perempatan pertama abad ke -11.
Menurut sejarawan Taqi Al-Din Al-Fasi Al-Makki (775-832/1373-1429). Madrasah pertama di Makkah adalah Madrasah Al-Ursufiyah yang didirikan pada 571/1175 oleh ‘Afif ‘Abd Allah Muhammad Al-Ursufi (w.595/1196) di dekat pintu Umrah, bagian selatan Masjidil Haram. Madrasah ini mempunyai sebuah ribath yang disebut Ribath Abi Ruqaibah (atau Abi Qutiabah).
Al-Tauhid
qur’an hadits landasan kita
Bukan petunjuk bake’ belata !!!
Ataupun ceceta ramalan belaka
I’tiqad suci harus dijaga
(al-magfurlah dalam wasiat renungan masa)
Al-tauhid adalah salah satu ilmu yang membincangkan persoalan bagaimana mengesakan Allah dari sifat, dan af'alNya. Persoalan ini telah mendapat perhatian serius oleh al-Syaithan ketikan Allah berkeinginan menciptakan manusia sebagai makhluk ter-sempurna dibandingkan makhluk lainnya. Malaikat mengajukan keberatan terhadap keinginan Allah Swt. bahkan Syaithan melakukan pembantahan secara terang-terangan terhadap perintah Allah untuk bersujud terhadam manusia pertama yakni Nabi Adam Alaihissalam.
Di daerah Lombok saat Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pulang dari Makkah al-Mukarramah, kondisi "gelap gulita" bagi masyarakat Lombok, menjadikan pemurnian aqidah sebagai langkah pertama dalam dakwah beliau. kepercayaan animisme masyarakat sangat kuat. inilah yang kemudian disinggung dalam beberapa bait Wasiat Renungan Masa Pengalaman Lama dan Baru.
The Secret Success Of
TUAN GURU KYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID (1904-1997)
Oleh: DH . Ismail ( Motivator dan Penulis Buku Rahasia Sukses Para Juara & Etos Bisnis Tiada Merugi )
Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (sebagian cukup disebut Tuan Guru) adalah seorang tokoh berpengaruh, ulama besar dan kharismatik asal Lombok Nusa Tenggara Barat. Ketokohan ulama kharismatik ini tidak saja kuat mengakar di lingkungan Nusa Tenggara Barat tempat basis perjuangannnya, tetapi juga melintas batas hingga ke seluruh tanah air. Tak heran, banyak umat Islam dari berbagai daerah di tanah air, bahkan ada beberapa pimpinan negara yang datang berkunjung pesantrennya untuk meminta nasehat dan doa dari kyai karismatik ini.
Bagi banyak kalangan, sosok Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah pemimpin yang berhasil mereformasi wajah pulau Lombok menjadi sebuah wilayah dengan identitas ke-Islam-an yang cukup kuat, dari kondisi keberagamaan sebelumnya yang bercorak singkretik Islam-Budha-Hindu. “Mungkin masyarakat Lombok masih bergelimang dalam nilai-nilai “kejahiliyahan yang gelap gulita” seandainya tidak ada Nahdlatul Wathan dengan usaha-usahanya dalam pembangunan di bidang keagamaan”. Demikian pidato H. Alamsyah Ratuprawiranegara (Menteri Agama Republik Indonesia saat itu) ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Darun Nahdlatain Nahdlatul Wathan Pancor suatu ketika. Nahdlatul Wathan adalah organisasi keislaman yang dibangun oleh Tuan Guru pada tahun 1953 sebagai medium perjuangan.