• VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show


Liputan Utama

Rubrik Wawancara Tokoh

TUAN GURU KIYAI HAMZANWADI ADALAH PEMIMPIN VISIONER

 Cool, Calm, Confident-Itulah gambaran khas dari Ketua Bappeda NTB ini. Bagi mereka yang pertama kali bertemu dengan peraih Gelar Doktor dari Amerika ini, kesan pertamanya adalah bahwa sosok alumni Madrasah NW angkatan pertama ini adalah tipe pendiam. Tetapi tidak demikian sesungguhnya. Pengagum berat Maulana Syekh ini merupakan pribadi yang sangat hangat, simpatik dan opend minded. Apalagi bila anda ajak berdiskusi seputar etos kerja. Maka serta merta ia akan sangat antusias. Maklum saja, senior dari Prof Saiful Mujani dan Denny JA ( konsultan dan pakar Politik) di Ohio University ini menulis disertasi seputar etos kerja dan agama.

Secara singkat ia mengatakan inti disertasinya tersebut adalah bahwa kepercayaan seseorang ( baca Agama) mempengaruhi etos kerja seseorang. Semakin dalam pengetahuan seseorang tentang agama, maka akan semakin mantap etos kerjanya. Ia mencontohkan kiprah kejuangan Maulana Syekh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, dalam memajukan masyarakat NTB melalui jalur dakwah, pendidikan dan social melalui icon NW yang beliau dirikan, tidak bisa dipisahkan dari kedalaman agamanya. Itu pula yang menjadi rahasia sukses kepemimpinan Sang Ulama Kharismatik tersebut, tegasnya. 

Lebih jauh tentang pandangan mantan pejabat rector dan tokoh KAHMI ini seputar NW, Kemajuan Pembangunan di NTB serta beragam masalah sosial lainnya, kepada DH. Ismail, Munawir dan Hamzani dari Sinar Lima ia beberkan. Berikut liputannya untuk pembaca !

Barang kali Anda memiliki pengalaman khusus dengan Maulana Syaekh yang dapat diceritakan kepada pembaca media ini?

Saya menjadi murid angkatan pertama MI NW kota Raja saat itu. Saya ingat persis beberapa kami dating ke pengajian beliau. Saya masih siswa MI saat itu, saya di sekolahkan di sekolah yang didirikan olah bapak saya bersama teman–teman beliau. Namun karena orang tua juga kebetulan pengurus NW maka kami sering datang ke pengajian beliau. Inilah pengalaman interaksi saya dengan bapak magfurlah di waktu kecil.

Setelah itu saya masuk SMP di Mataram, bersamaan dengan kepindahan ayah saya ke Mataram dan menjadi pengurus wilayah NW Provinsi di sana. Lagi-lagi saya sering di ajak beliau menghadiri pertemuan-pertemuan pengurus wilayah atau ketua badan-badan NW sehingga ketika muktamar NW di Mataram saya pun menjadi panitia.

Saya ingat suatu ketika ayah saya dipanggil Al-Magfurlah Maulana Syaikh ke Pancor secara khusus dan saya ikut di ajak ayah kesana saat itu. Saya masih ingat percis saat itu, ketika bertemu dengan Al-Magfullah…..( ia terdiam sejenak,,) beliau berpesan agar kami kaum muda ikut mengabdikan diri di NW. Saya tidak bisa lupa, karena seminggu setelah itu, adik saya lahir (Syafik Samaratullah, red). Setiap kali ingat pesan beliau tersebut, hati saya tersentuh dan saya merasa emosional ( kembali terdiam… dengan mata berkaca-kaca). Kemudian, kami melanjutkan studi sampai strata satu di Mataram, Setelah itu sempat menjadi Dosen thn 87, thn 90 berangkat ke Amerika S2 dan S3 sampai 95.

Nilai-nilai apa yang anda warisi dan pelajari dari interaksi anda dengan Al Magfullah serta berpengaruh terhadap kehidupan Anda?

Saya kira, komitmen dan keyakinan beliau terhadap pendidikan. Beliau yakin betul bahwa dengan pendidikan kita menjadi manusia yang maju. Beliau tidak hanya konsen dan konsisten (teguh-red) di pendidikan informal tetapi juga formal. Kita tahu dalam sejarah perjuangan, beliaulah yang merintis model sekolah modern di Lombok, dengan sistem klasikal seperti yang belakangan kemudian dilaksanakan oleh pemerintah.

Padahal pada zaman itu, pendidikan kita umumnya masih informal. Artinya para Tuan guru melakukan proses pendidikan tidak dalam bentuk madrasah seperti sekarang kita kenal. Itu yang saya lihat visi beliau yang demikian jauh ke depan. Dan yang juga cukup menarik adalah dengan keyakinan beliau bahwa pendidikan manusia itu tidaklah cukup hal-hal yang berhubungan dengan agama saja. Ini luar biasa, padahal beliau Alumni Mekkah. Desain pendidikan model ini ( perpaduan agama dan umum –red) pun beliau yakini harus juga dimasukkan dalam madrasah-madrasah NW . Visi kemodernan ini yang saya lihat sangat luar biasa. Kemudian terwujud dalam pembelajaran system klasikan di NW saat itu. Yang belakangan mengikuti aturan pemerintah tingkatan ibtidayah, tsanawiyah,dan seterusnya.

Lebih jelasnya sebelum pemerintah membuat sistem seperti itu beliau itu sudah lebih dahulu mengenal system yang beliau kembangkan itu dari pengalaman beliau sewaktu beliau di Makkaah. Dan pengaruh pendidikan itu pula saya kira, yang kemudian sangat mempengaruhi etos kerja dan etos juang masyarakat Lombok pada akhirnya. Yakni mengetahui dirinya dijajah, akhirnya masyarakat berani melawan penjajah karena adanya proses pencerahakan tersebut. Kita bisa bayangkan pada tahun 1936-1937 beliau sudah mulai mendirikan pendidikan madrasah. Dan baru kemudian tahun 1945 bangsa kita merdeka. Artinya ada proses sekitar 10 – 15 tahun itu kemudian penyerangan NICA terjadi dan masyarakat melalukan perlawanan keras terhadap penjajah. Ini saya kira nilai plus yang dilakukan Tuan Guru Maulana Syeikh dibanding Tuan Guru yang lain yang seangkatan beliau. Kemudian pasca kemerdekaan, tepatnya tahun 1957, beliau mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan sebagai payung dari gerakan perjuangan beliau. Dengan demikian, NW harus dilihat tidak saja sebagai agent perubahan social, tetapi juga beliau jadikan senjata untuk melawan penjajah. Ini yang saya kira sebuah visi yang konsisten yang dilaksanakan sistematis yang menurut saya sangat luar biasa.

Apakah nilai-nilai yang di ajarkan oleh Maulana relevan dengan kehidupan modern saat ini? Dan bagaimana perbandingannya dengan kehidupan masyarakat Amerika?

Karena perjuangan Syeikh landasannya AL-Quran dan kebenarana Universal, tentu saja sangat relevan dengan peradaban zaman modern saat ini. Hal yang sama kami temukan di masyarakat modern Amerika. Sebagai contoh. Suatu pengalaman kecil ketika di Amerika, yang di Amerika itu terkait dengan sifat orang Amerika sangat individualistis ternyata sepengalaman saya tidak seperti itu dalam berbagai kesempatan. Ketika saya tersesat di jalan misalnya, jiwa menolong mereka cukup besar . Kemudian apabila mereka itu saling bertatap mata itu kemudian saling tegur dengan budaya mereka meskipun dengan basa-basi. Mereka tidak saling tersinggung, kalau kita kan kalau saling melihat tidak kenal itu bisa berkelahi.

Artinya, bila nilai-nilai yang diajarkan tokoh ini kita terapkan dengan baik, kita bisa bergaul dengan banyak kalangan. Dan memang visi NW yang didirikan dan tertuang dalam kalimat; “wansur wahfadz wa’ayyid nahdlatal wathani fil’alamiin” artinya kita harus menjadi agen perubahan dan kemajuan. Menjadi agen perubahan bagi Kader NW dan simpatisannya, bukan artinya hanya di Lombok tetapi harus global.

Demikian juga dengan mencari ilmu. Kader NW harus mengambil hikmah dan pembelajaran kemana pun. Katakanlah NW perlu memperkaya orientasi pendidikan kita tidak saja ke Timur Tengah – yang secara kultur dekat dengan kita, tetapi juga harus melintas benua misalnya dengan mengirim kader terbaik ke kampus ternama di Amerika. Disana juga ada studi-studi islam yang hebat. Kawan-kawan kita di NU dan Muhamadiyah sudah banyak memanfaatkan kesempatan itu dan NW juga harus seperti itu.

Kalau ke enwaanya kita sudah sudah kuat kita tidak perlu khawatir bahwa kita akan terpengaruh. Tetapi sebaliknya, kita lah yang akan mempengaruhi dan menyebarkan nilai-nilai NW tersebut. Ini hemat kami yang bisa memberi keyakinan kepada orang tua agar mengirimkan anaknya ke sekolah NW. Upaya itu akan mempercepat tekad kita mengamalkan wansur wahfad wayyinahdlatul wathani filalamin.

 Setelah pulang dari Amerika, Anda kembali Aktif Di NW. Menurut anda, apa yang perlu dibenahi dalam lembaga pendidikan NW?

Tahun 2007 ketika muktamar NW kami diminta untuk menjadi pengurus. Saya mengatakan langsung bersedia untuk mengabdikan diri di NW. Terus terang memang orang tua saya berpesan kepada saya, agar bisa aktif membesarkan NW . Beliau melihat NW ini kan sebuah organisasi kelembangaan masyarakat khususnya masyarakat Lombok, masyarakat NTB. Bagaimana kita mengabdikan diri di NW. Kita punya kesempatan untuk membantu membangun madrasah, meningkatkan kualitas guru. Bila hal itu kita lakukan, maka ada NW yang saat ini menjadi pilihan masyarakat akan semakin eksis ke depan. Perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta baru-baru ini yang agak baik. Selama ini tidak terlalu banyak yang diberikan perhatian yang di berikan, sehingga kualitas proses belajar mengajar di madrasah atau sekolah-sekolah swasta masih jauh ketinggalan dari pada di sekolah negeri- itu yang saya lihat.

Salah satu komitmen kami pribadi adalah merezevenasi kualitas sekolah NW. Saya kan dosen, maka dengan saya aktif di madrasah NW saya bisa membantu meningkatkan kualitas belajar mengajar di madrasah-madrasah kita bisa sama dengan yang ada di negeri minimal begitu. Syukur-syukur bisa kemudian menjadi lebih baik. Kita tahu sekolah-sekolah swasta dari agama lain banyak yang justru lebih baik dari sekolah negeri dan itu artinya kita sudah memberikan kontribusi yang nyata peningkatan kualitas sdm dari daerah kita untuk investasi kepemimpinan masa depan.

Sekarang anda menjadi Ketua Bappeda. Banyak orang bertanya, apa sih tugas fungsi dan pokok seorang kepada Bappeda itu?

Ya secara sederhana kepala Bapeda itu kan bertugas membantu Gubernur dalam kaitannya dengan dalam merinci program-program pembangunan yang secara garis besar sudah ada di dalam aturan jangka pendek dan menengah. Nah rincian-rincian itulah yang menjadi sangat strategis di mana kepala Bapeda punya peranan yang sangat penting untuk menentukan mana prioritas yang harus dilaksanakan pada setiap tahun dengan jumlah anggaran yang memadai sehingga dia dapat menjamin visi yang sudah ditetapkan. Nah di situ saya lihat Gubernur NTB atau Tuan guru kan sangat konsen dengan masalah pendidikan. Ya ini salah satu tugas saya, yaitu mengamankan kebijakan beliau bagaimana akan anggaran pendidikan bisa sedemikian rupa paling tidak komitmen beliau 20% tidak terganggu. Nah itu tugas Bapeda untuk mengawal jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang kemudian katakanlah membuat anggaran-anggaran yang melenceng dari fungsi pendidikan. Begitu juga di aspek pembangunan yang lain. Sekarang ini, pendidikan dan kesehatan yang sudah jelas visinya. Nah tugas kami di Bapeda untuk merancang kegiatan supaya baik besaran kegiatan maupun anggarannya konsisten.

Kemudian, di bidang ekonomi yaitu bagaimana infrastruktur dan faktor lingkungan juga maju. Itu tugas Bapeda , dengan tentu dibantu oleh tim yang ada dan bersama tim anggaran pemerintah daerah dalam merancang antara volume kegiatan yang diharapkan bisa dilakukan untuk sebuah tujuan dengan ketersediaan anggaran yang tersedia pada tahun berjalan .

Untuk tahun 2011 dan 2012 berapa total anggaran APBD ??

Untuk anggaran 2011 ini sekarang ini sekitar 1,7 triliun.

Apakah angka tersebut besar, terutama bila dibandingkan dengan provinsi lainnya?

Skala kita termasuk yang paling rendah di Indonesia tapi meskipun skala itu paling rendah kapasitas, tapi kita sudah punya komitmen untuk memprioritaskan Fiskal yang terbatas ini untuk pendidikan dan kesehatan baru kemudian infrastruktur.

Apa terobosan-terobosan yang dilakukan umntuk apa menggali sumberdaya khas NTB seperti kemarin mungkin peluncuran bandara internasional dll ditambah mungkin?

Empat tahun kepemimpinan bapak Tuan Guru yang dicapai merupakan kelanjutan dari proses pembangunan dari pada kepemimpinan sebelumnya. Apa program yang tadinya agak susah di capai pada tahun-tahun sebelumnya seperti contoh Bandara Internasional yang sudah di mulai sejak zaman pak Srinate sempat macet kemudian oleh pak Gubernur dan Wakil Gubernur dilakukan dengan ikhtiar dan sudah berhasil per satu oktober 2011 kemarin di Pandan Duri. Bayangkan itu sudah di rancang puluhan tahun lalu, tetapi baru di laksanakan 2011 ini.

Begitu juga proses di Mandalika juga sejak tahun 1990 sudah di bebaskan tapi tidak jadi investasinya. Mudah-mudahan 2012 ini sudah bekerja mulai membangun hotel, infrastruktur dan sebagainya. Percepatan pembangunan ini, tidak saja mencaukup urusan fisik, tetapi juga memerlukan strategi komunikasi yang intens dengan para kebijakan yang lebih besar di pusat bahkan termasuk tentunya dengan Presiden. Itu tidak mudah!. Kemudian Islamic centre ada pro kontra juga, tapi saya dan sebagian masyarakat akan menyetujuinya karena ini program sudah cukup lama dirancang oleh pemerintah.

Menurut Anda, baik sebagai pribadi atau Pemda, apa pengungkit ekonomi NTB untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat?

Menurut Bapeda ada dua pengungkit ekononi NTB: Yang pertama tentunya pariwisata. Karena kita tahu pariwisata ini sangat rentan dengan berbagai hal. Namun, Bali mampu mengangkat ekonomi yang luar biasa berkat pariwisata. Dan yang kedua adalah sektor peternakan dan pertanian, tapi harus ada industry olahannya seperti di Jawa Timur atau yang di Kediri yaitu pabrik rokok yang begitu banyak pekerja yang masuk. Di NTB, menurut saya industry olahan pertanian dan industry olahan daging sapi, industry olahan peternak, jagung bisa menampung banyak angkatan kerja. Kaitan pilihan Industri dan daya serap pasar dan tenaga kerja ini penting, dengan tujuan mengurangi pengangguran masyarakat. Nah sejauh ini kita melihat potensi , pariwisata dan peternakan dan juga pertambangan di pulau Sumbawa akan menjadi daya ungkit ekonomi NTB.

Kebijakan dari Pemda untuk menciptakan pengungkit ekonomi tersebut adalah membangun infrastruktur. Pemerintah kini lagi kerja keras menyediakan fasilitas sebagai stimulus agar investor swasta semakin tertarik ke NTB. Perusahaan daerah terus kita dorong untuk mulai skala tertentu mulai membangun pabrik organic pakan ternak. Ini semata-mata untuk memancing swasta masuk sehingga penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan dapat dilakukan secepatnya.

Untuk meningkatkan mutu SDM masyarakat khususnya santri apakah ada sentuhan khusus?

Dalam tiga, empat tahun ini sebagian besar dana pendidikan itu untuk siswa miskin yang notabene paling banyak di madrasah-madrasah kita kita mulai tahu 2012 kita akan menuntut lembaga dan tenaga gurunya yang akan mampu memberikan tambahan penghasilan kepada gurunya khususnya yang belum dapat sertifikasi. Kemudian 2012 juga mulai berfikir untuk memilih madrasah-madrasah modern di setiap Kabupaten yang kita maksudkan adalah madrasah secara umum tidak hanya NW kita yakin proporsi madrasah NW lebih banyak yang lain bagaimana cara pemilihannya pasti yang akan kepilih diantaranya itu pasti ada dikalangan dari madrasah kita tapi secara umum kita ingin ke depan ini kita mengarah peningkatan kualitas.

Apakah langkah pemerintah untuk mencetak tunas wirausaha muda dan tunas wirausaha baru?

Upaya untuk menciptakan program usaha baru, salah satu program unggulan pemprov adalah penciptaan wirausaha baru. Untuk mendukung itu 2012 nanti akan terbentuk peminjaman kredit sehingga melalui peminjaman kredit ini anak – anak muda kita yang mempunyai skill. Mungkin akan diawali pelatihan, setelah lulus dari pelatihan, kita fasilitasi modal kerja dari lembaga penjaminan. Saat ini kita sudah mengalokasikan 25 milyar untuk 2012. Teorinya apabila kita mempunyai dana 25 milyar sebagai penjaminan bisa tersalur 2 kali lipat. Ini artinya akan menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan masyarakat kita. Setelah itu, kita juga akan pikirkan akses pasarnya. Sekarang sudah mulai berjalan program jagung dan ruput laut.

Seperti apa gambaran penurunan kemiskinan di NTB?

Di awal beliau menjadi Gubernur 2008, angka kemiskinan kita itu masih 23% . Kemudian tahun 2010 turun menjadi 21,55% dan untuk tahun 2011 turun lagi menjadi 19,7%. Sekarang belum begitu baik penurunannya, tapi sudah lebih baik. Kita usahakan untuk 2013 nanti akan turun kira-kira 13%.

Semua program percepatan pembangunan tersebut harus sistematis, terukur dan terencana. Jadi kita genjot pendidikan dulu agar lebih merata dan lebih berkualitas. Juga banyak program dan anggaran untuk kesehatan dan program padat karya lainnya dengan tujuan agar berpengaruh untuk daya ungkit ekonomi masyarakat. Untuk program ekonomi rakyat, kami juga gelontorkan tak sedikit anggaran uang untuk pembelian sapi bagi masyarakat melibatkan kelompok-kelompok peternak dari masyarakat. Dari masing-masing kelompok mendapatkan 300 dan atau 200 juta dengan nilai total mencapai Puluhan milyar.

Selain dari program Pemda, juga ada program pusat melalui PNPM untuk menggiatkan ekonomi masyarakat dan mentargetkan penurunan angka kemiskinan di setiap Kabupaten.

Kami selalu mengajak Kabupaten kota untuk untuk membuat kontrak pertahun mencakup apa dan bagaimana gambaran perekonomian mereka masing-masing serta apa langkah-langkah untuk mengurangi angka kemiskinan di daerahnya. Ini yang tentu membutuhkan dukungan sumber daya dan sumber dana yang besar juga. Karena itu, investasi baik dari swasta maupun investasi pemerintah dari pusat untuk pembangunan jalan – jalan negara dalam anggaran Negara kita targetkan 2012 akhir sudah tuntas. Dari provinsi dengan anggaran setengah triliun juga pasti berpengaruh terhadap penyebaran kesejahteraan masyarakat. Karena makin banyak uang yang beredar di masyarakat akan memperkuat sector riil, dan pertumbuhan ekonomi kita akan meningkat di atas 5% kemudian angka pengangguran akan menurun. Kita tetap konsisten menurunkan angka kemiksinan di atas agar lebih baik di atas rata-rata nasional. Kemarin dilaporkan BPS provinsi yang berada penurunanya 1%.

Anda sangat sibuk, tetapi tetap smart dan bahagia, apakah punya tips khususnya?

Saya selalu membagi pekerjaan kepada teman-teman. Saya tidak mau memikul pekerjaan itu sendiri dan saya selalu memberikan kepercayaan kepada staf saya kepada kolega saya meskipun tetap saya awasi dan kontrol penuh. Orangkan kalau diberikan kepercayaan pasti juga pekerjaannya dengan tulus dan penuh tanggung jawab, sehingga bagi saya tidak terlalu capek dan tidak memikul sendiri.

Apa motto hidup anda?

Motto hidup: saya meniru semangat pendiri pabrik Honda di Jepang” jadilah yang terbaik kalau tidak bisa jadi terbaik tampillah beda” ditambah lagi dengan semangat “man jadda wajada” . Saya bisa baca dengan baik, tulis dengan baik dengan pergi-pergi seperti ini, dan disertasi saya adalah “status social dan semangat keberagamaan” yang intinya adalah bahwa etos kerja dan status social sekarang itu tidak hanya dipengaruhi oleh latar belakang social dan pendidikan, namun juga semangat keberagamaan dan model yang saya sempurnakan modelnya dari Larson.

Ajaran agama berpengaruh terhadap etos kerja, bisa diberikan contohnya?

Ya, memang ada hubungan kesuksesan seseorang dengan tingkat keberagamaannya. Seseorang yang aktif di organisasi keberagamaan kemudian secara social juga baik, ekonominya juga akan baik. Dalam salah satu hadits pun dikatakan “ perkuatlah sillaturrahimi, maka Allah akan melapangkan rezkimu!”. Artinya, bagaimana Umat Islam ini memanfaatkan nilai-nilai keislamannya dalam rangka menguasai dunia seperti hal yang tadi bagaimana NW ini dengan semangat keenwean kita

Tanggapan bapak terkait terbitnya kembali Sinar Lima dan mungkin ada saran perbaikan ke depan?

Yang pertama saya menyambut sangat positif. Tentu kami sangat senang kawan-kawan NW yang di Jakarta ini bersedia mewakilinya untuk membangun jaringan intelektual muda nahdalatul wathan dan salah satu instrument yang efektif untuk pencitraan organisasi lewat media. Siapa yang pernah mendengar pesantren Hidayatullah di Kalimantan?. Pesantren Hidayatullah ini dalam hal kualitas mungkin kalah dengan Gontor. Tetapi dari segi kualitas promosi, ia menang. Padahal Gontor pun sudah mempunyai media, tetapi tidak segencar Suara Hidayatullah. Karena itu secara pribadi, kita harus dukung teman-teman yang di Jakarta.

Promosi melalui Jakarta, diharapkan bisa lebih cepat perkembangnya dari pada Kalimantan atau NTB misalnya. Tinggal kemampuan teman-teman membangun.

Kemudian, karakter media ini seperti apa? Itu juga penting dipikirkan. Penampilannya seperti apa, apa yang khas yang akan menjadi tungguan orang untuk tetap berlangganan majalah itu?. Saya pernah kursus jurnalistik dan itu tidak mudah, sehingga kalau kawan-kawan bersedia dan akan baik sekali di Indonesia ini muncul media alternative. Memang butuh effort dan kesabaran. Lapangan usaha perlu waktu ketika sudah eksis dan disukai orang saya kira bukan tidak mungkin juga untuk menjadi lahan rizki dan yang itu saya kira harus jadi filosofi teman-teman pengelola media ini. Dan bagaimana membangun NW ini secara nasional dan itulah media ini menjadi instrument, bagaimana strateginya yang pertama kali itu substansi kemudian yang kedua yang bisa membangun kolaborasi dengan perusahan-perusahan yang relevan untuk menjadi pemasuk iklan kita. Pak Gubernur misalnya dekat dengan pemimpin Republika mungkin ini bisa bersinergi dengan mereka untuk meningkatkan mutu para jurnalis media ini. Dan yang ketiga bagaimana agar media ini bisa dimiliki warga NW sendiri. Jangan sampai media ini kemudian kontra produktif terhadap aspriasi dan spirit para pejuang NW.

Terakhir, apa nilai-nilai yang masih berpengaruh dalam diri anda dari ajaran Maualana Syekh?

Nilai yang masih melekat terhadap diri saya dari ajaran Maulana Syekh adalah nilai perjuangannya yaitu: nilai kerja keras. Kalau dalam bahasa beliau itu yakin, Ikhlas dan, istiqomah yang beliau ajarkan kepada kita. Kalau kita melaksanakan nilai-nilai tersebut insya Allah akan dibantu oleh Allah SWT dan itu yang saya yakini. Dan yang kedua tentu secara sejarah beliau kan kerja keras yang luar biasa pantang menyerah dan dalam situasi Lombok yang masih tahun 1930 dan 1950an bahkan sampai 1960an seperti itu beliau berhasil mendirikan madrasah di seluruh pelosok. Di pulau Lombok menyebar murid-murid beliau dan madrasah-madrasahnya sehingga sekarang kalau di survey mungkin 40% orang Lombok itu orang NW ini sebuah perjuangan yang luar biasa menurut saya. ***** Bersambung...