
The Secret Success Of
TUAN GURU KYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID (1904-1997)
Oleh: DH . Ismail ( Motivator dan Penulis Buku Rahasia Sukses Para Juara & Etos Bisnis Tiada Merugi )
Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (sebagian cukup disebut Tuan Guru) adalah seorang tokoh berpengaruh, ulama besar dan kharismatik asal Lombok Nusa Tenggara Barat. Ketokohan ulama kharismatik ini tidak saja kuat mengakar di lingkungan Nusa Tenggara Barat tempat basis perjuangannnya, tetapi juga melintas batas hingga ke seluruh tanah air. Tak heran, banyak umat Islam dari berbagai daerah di tanah air, bahkan ada beberapa pimpinan negara yang datang berkunjung pesantrennya untuk meminta nasehat dan doa dari kyai karismatik ini.
Bagi banyak kalangan, sosok Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah pemimpin yang berhasil mereformasi wajah pulau Lombok menjadi sebuah wilayah dengan identitas ke-Islam-an yang cukup kuat, dari kondisi keberagamaan sebelumnya yang bercorak singkretik Islam-Budha-Hindu. “Mungkin masyarakat Lombok masih bergelimang dalam nilai-nilai “kejahiliyahan yang gelap gulita” seandainya tidak ada Nahdlatul Wathan dengan usaha-usahanya dalam pembangunan di bidang keagamaan”. Demikian pidato H. Alamsyah Ratuprawiranegara (Menteri Agama Republik Indonesia saat itu) ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Darun Nahdlatain Nahdlatul Wathan Pancor suatu ketika. Nahdlatul Wathan adalah organisasi keislaman yang dibangun oleh Tuan Guru pada tahun 1953 sebagai medium perjuangan.
Dalam konteks yang sama John Ryan Bartholomew, penulis buku Alif Lam Mim, Kearifan Budaya Masyarakat Sasak, menyebutkan:
“Lombok’s transformations from a variegated set of religious communities with apparent linkages to a Hindu-Buddhist past to the more uniform and orthodox type of Islam now practiced on the island can be largely attributed to the success of the NW. Presently, the organization claims that ninety percent of Sasak Muslims are followers of its doctrine. This likely is not an exaggeration if” followers” is meant to include anyone who was either formally educated in the NW system, was taught informally by someone who was, or prays at a NW-led mosque. The organization has long relied on charismatic Muslim leaders to attract large followings and spread its message. (Transformasi Lombok dari tatanan masyarakat beragama yang beraneka ragam dengan pertalian yang nyata dengan masa lalu Hindu-Budha menuju bentuk islam ortodoks dan lebih seragam yang dipraktekkan saat ini di pulau tersebut dapat dikaitkan dengan keberhasilan NW (Nahdlatul Wathan-Penulis). Saat ini, organisasi tersebut mengakui bahwa Sembilan puluh persen Muslim Sasak adalah pengikut dari doktrinnya. (Pernyataan) ini tidaklah berlebihan jika ”pengikut” dimaknai sebagai seseorang yang baik secara formal terdidik dalam sistem (pendidikan) NW, diajarkan secara informal oleh seseorang yang telah dididik di NW, maupun shalat di masjid yang dipimpin oleh orang NW. Organisasi ini dalam waktu yang lama telah menyandarkan diri pada pemimpin Muslim kharismatik untuk menarik pengikut yang banyak dan menyebarkan pesan-pesannya).
Usaha-usaha Tuan Guru dalam mengembangkan Islam di pulau Lombok telah menempatkannya sebagai satu-satunya pemimpin NTB yang paling terkemuka hingga saat ini. Prof DR. Din Syamsuddin ( asal Sumbawa) yang saat ini merupakan pimpinan Umum PP Muhammadiyah barangkali yang mendekati ketokohan ulama kharismatik tersebut.
Lalu Djelenga, penulis sejarah Lombok dalam salah satu tulisannya menguraikan setidak-tidaknya 6 (enam) alasan yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk menyebut sosok Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pemimpin Lombok yang paling terkemuka.
Pertama, ia herhasil menghimpun pemimpin Sasak (Sasak: sebutan bagi masyarakat asli yang mendiami pulau Lombok) lainnya untuk menembus wilayah-wilayah yang menyekat pulau Lombok. Kedua, ia merupakan pemimpin yang pertama diterima dan dikenal luas oleh masyarakat Lombok dengan kemampuan/kekuatan kepemimpinannya sendiri. Ketiga, ia merupakan orang pertama yang merintis sistem pendidikan modern di Lombok. Keempat, ia merupakan orang Lombok yang pertama kali merintis sistem perjuangan tanpa kekerasan dengan cara modern melalui organisasi. Kelima, ia merupakan orang Sasak pertama yang memiliki tipikal kepemimpinan yang memberikan jasa dan hasil karyanya dapat menembus batas wilayah sampai seluruh nusantara bahkan manca negara, serta mengharumkan nama baik orang Sasak maupun pulau Lombok. Dan keenam, ia merupakan orang Sasak pertama dan utama yang telah memberikan andil bagi peningkatan SDM orang Sasak di luar peran yang dilakukan pemerintah.
Tentang kuatnya pengaruh Tuan Guru secara khusus juga diakui Harris seorang pejabat Kemendiknas dan Lalu Sudarmadi mantan Sekretaris Utama BKKBN Pusat. Bahkan Sven Cederoth, antropolog asal Swedia dalam bukunya, The Spell of Ancestor and The Power of Makkah: Sasak Community on Lombok menyebutkan, ”Upaya Muhammad Zainuddin membangun madrasah telah berhasil menggeser pengaruh adat lama yang mistis bahkan mampu mendudukkan dirinya sebagai pribadi yang paling berpengaruh, bahkan dibandingkan dengan pemerintah daerah sekalipun.” Sejumlah pengakuan serta kiprahnya yang akan dikemukakan dibawah ini cukup kuat menjadi alasan untuk menyebut Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pribadi yang sukses dalam hidupnya.
Rahasia Sukses sang Tokoh
Keberhasilan Tuan Guru dalam menyebarkan agama, dan memasyarakatkan pendidikan agama berbasis sekolah modern sangat layak untuk menjadi pertimbangan bahwa ia adalah pribadi yang sukses. Pertanyaannya kemudian, apa rahasia sukses Tuan Guru? Di bawah ini penulis akan menguraikan lebih jauh beberapa faktor yang menyebabkan kesuksesannya menurut Pribadi Penulis.
Tuan Guru memang dipersiapkan menjadi pemimpin sejak lahir oleh keluarganya, terutama kedua orangtuanya. Ayahnya (Tuan Guru Abdul Madjid) adalah sosok pribadi yang ambisius, percaya diri, pemberani, sekaligus sangat religius. Banyak fakta mendukung pernyataan ini, diantaranya keputusannya untuk berpindah dari satu profesi ke profesi lainnya, serta kegigihannya untuk menjadikan keluarganya sebagai yang terbaik. Tampaknya, cita-cita pribadinya adalah menjadi ulama dan mujahid. Hal ini dibuktikan dengan pergaulannya dan keputusannya yang justru memilih mengabdikan dirinya untuk menjadi pengajar Al-Quran di usia tua sambil membesarkan anak-anaknya, setelah sukses menjadi pedagang sebelumnya. Tampaknya obsesisi pribadinya adalah menjadi Ulama. Tak ayal lagi, ketika tokoh ini menemukan potensi tersebut terdapat pada putranya Muhammad Assegaf maka ia bersemangat untuk mendukung nya. Ia mengirim anaknya belajar agama pada guru-guru terbaik di Lombok kala itu, seperti kepada ulama kharismatis Tuan Guru Haji Umar, Tuan Guru Haji Syarafuddin, dan Tuan Guru Haji Badaruddin. Nama yang disebut pertama bahkan pernah menjadi guru di Masjidil Haram dan menjadi salah satu dari tiga serangkai ulama-ulama Lombok terkemuka sebelum Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sendiri. Dua lainnya adalah Tuan Guru Haji Musthafa dari Sekarbela dan Tuan Guru Haji Abdul Hamid dari Pagutan.
Saat putranya berusia 15 tahun, tokoh ini kemudian mengantarkan anaknya untuk belajar di Mekkah. Ia bahkan turut memilihkan guru untuk anaknya serta mengikhlaskan isterinya untuk menemani sang putra utama tersebut selama belajar di Mekkah. Begitulah komitmen dan pengorbanan sang tokoh ini untuk memastikan kesuksesan putranya. Tidak sekedar itu, sang ayah bahkan rela mengeluarkan biaya berapapun untuk keberhasilan pendidikan anaknya. Dan ketika Tuan Guru belajar di Mekkah, sang ayah selalu mengirim uang lebih banyak dari rata-rata orang tua lain mengirimkan anaknya. Uang itu oleh Tuan Guru dipergunakan untuk biaya belajar privat ilmu-ilmu tertentu yang membutuhkan pendalaman khusus di luar sekolah serta membeli sebanyak-banyaknya buku. Kegigihan sang ayahandanya mempersiapkan kesuksesan putra tersayangnya kemudian mendapatkan suplemen doa dan kasih sayang tiada tara dari Ibunda tercintanya Hj. Halimatussa'diyah. Dengan gaya khas seorang ibu, tokoh ini senantiasa mendidik anaknya soal akhlakul karimah. Ia mendidik agar putra-putrinya selalu bersalaman sambil mencium tangan orang tua. Setiap berangkat ke sekolah atau ke pengajian, sambil bersalaman dengan anaknya, sang ibu tak lupa mendoakan anaknya dengan doa pendek, "Mudah-mudahan anakku mendapatkan ilmu yang berkah".
Kerjasama konstruktif antara pasangan suami – isteri dalam meraih kesuksesan hidup seperti dicontohkan orang tua tuan guru Zainuddin di atas, mengingatkan penulis dengan cerita H. Atang salah seorang pengusaha Betawi yang membangun kelapa gading.
“ Ayahku hanyalah seorang pedagang besar, telur, alat –alat bangunan biasa pada awalnya. Tetapi ia gigih dan smart mengelola keuangannya. Namun kami harus akui bahwa titik balik kesuksesan keluarga kami tidak bisa dipisahkan dengan ketekunan ibunda yang senantiasa rajin berzikir dan berdoa, serta selalu melaksanakan sholat Tahajud. Sejak saat itulah usaha keluarga kami terus berkembang hingga bisa ikut mendirikan Summarecon yang membangun kompleks kelapa gading” tegasnya. Cerita senada penulis temukan dalam kisah sukses Sandiaga Uno seorang pengusaha muda miliarder dari ibundanya Mien Uno. Menurut Pakar kepribadian ini keluarga merupakan basis utama pertumbuhan terbaik dari setiap kesuksesan, kemudian pendidikan dan lingkungan. Peranan orang tua dalam mengenali potensi anak dan membantu mengembangkannya merupakan pilar utama kesuksesan. “ Ibu ku selalu memperlakukan saya sebagai seorang jenius dan jutawan sejak dini” tulis Thomas L. Harrison penulis buku The DNA of entrepreneurship ketika menjelaskan pengaruh orang tua dalam mempengaruhi blue print kesuksesan seorang anak.
Hal yang sama dilakukan kedua orang tua Tuan Guru. Pengaruh dan teladan kedua sosok orang tua ideal inilah yang menyemai benih-benih etos sukses bagi pemuda Saggaf sejak dini di rumah tangga, menyekolahkan di sekolah terbaik. Dengan dukungan the dream team tersebut, Muhammad Saggaf tumbuh secara optimal, tidak seperti pemuda-pemuda lainnya. Bersambung.....